Thursday, September 6, 2012

Reinkarnasi = Reincarnation 042


Suatu hari, dalam suatu kesempatan berdiskusi dengan para sahabat penulis. Setelah ngobrol ngalor ngidul, tiba tiba saja tercetus pembicaraan mengenai Reinkarnasi. Wah ternyata seru juga membicarakan makhluk yang namanya Reinkarnasi ini.

Berdasarkan rujukan Wikipedia "...Reinkarnasi (dari bahasa Latin untuk "lahir kembali" atau "kelahiran semula"[1]) atau t(um)itis, merujuk kepada kepercayaan bahwa seseorang itu akan mati dan dilahirkan kembali dalam bentuk kehidupan lain. Yang dilahirkan itu bukanlah wujud fisik sebagaimana keberadaan kita saat ini. Yang lahir kembali itu adalah jiwa orang tersebut yang kemudian mengambil wujud tertentu sesuai dengan hasil pebuatannya terdahulu..." 

"...Terdapat dua aliran utama yaitu pertama,mereka yang mempercayai bahwa manusia akan terus menerus lahir kembali. Kedua,mereka yang mempercayai bahwa manusia akan berhenti lahir semula pada suatu ketika apabila mereka melakukan kebaikan yang mencukupi atau apabila mendapat kesadaran agung (Nirvana) atau menyatu dengan Tuhan (moksha
)..."

Dari hasil diskusi bersama tersebut yang memakan waktu dari jam 10 pagi hingga jam 5 sore, akhirnya penulis bersama para sahabat "sementara sepakat" (artinya hasil diskusi yang akan dipaparkan penulis dibawah ini, secara positif thinking dapat diterima kami semua sebagai pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan Reinkarnasi berdasarkan Logika)

Didalam diri seorang manusia terdapat yang satu disebut Fisik, atau Raga, atau Jasad. Dan satunya terdapat Roh atau Jiwa.

Untuk terlaksananya Reinkarnasi tentu setelah Fisik/Raga/Jasad mati kemudian jadi apa..??
Dan Roh atau Jiwa yang keluar dari orang mati tersebut Kemana...??

Jawabannya adalah ...

Pertama, kita akan mencoba mencari jawaban kenapa seorang manusia yang hidup didunia harus mati atau bahasa halusnya Meninggal Dunia. 

DARI SISI FISIK/RAGA/JASAD:
Fisik atau Raga atau Jasad Seseorang terdiri dari tulang, daging, darah, otak, gen pembawa sifat dan lain lain, yang ketika mati, selalu saja prosesnya di kubur atau dibakar. Kelihatannya belom ada yang dibuang ke Luar Angkasa atau Planet lain.

Pada saat setelah dikubur atau dibakar tersebut, bisa saja sebenarnya mengalami Daur Ulang (Recycling), yang dikubur dimakan bakteri campur ketanah, masuk ketanaman, dimakan binatang dan manusia. Binatangnya dimakan manusia lagi, kemudian jadi sperma lagi akhirnya jadi bayi lagi. yang dibakar, dibuang kelaut, dimakan ikan ikan, ikannya dimakan manusia demikian seterusnya.

DARI SISI ROH atau JIWA:
Seperti kita ketahui Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Maha Adil, Maha Bijaksana. Maka Dia lebih tahu mana yang terbaik buat kita semua. Kalau seseorang memang harus meninggal dunia, itu mungkin saja karena Tuhan tahu bahwa mungkin seseorang itu "Sudah Tidak Betah" lagi hidup di Dunia saat ini dengan kondisi dan situasi yang kita alami. Atau mungkin ada juga seseorang yang sudah memenuhi standard keinginan Tuhan..."Udah..., kamu udah bener hidup sebagai manusia, jadi kamu tidak perlu lagi hidup didunia, sini tinggal deket Aku aja lebih ABADI TENANG dan DAMAI ...."

Nah berdasarkan kriteria "Sudah Tidak Betah" dan ingin "Abadi Tenang dan Damai..", kelihatannya matinya seseorang bisa dibagi berdasarkan golongan sebagai berikut:

1. Si Damai
2. Si Cinta
3. Si Tertib
4. Si Senang senang
5. Si Ogah ogahan
6. Si Pengomel
7. Si Pemarah

Golongan ke 3 sd 7 kelihatannya  masuk kriteria orang yang "Sudah Tidak Betah" sehingga besar kemungkinan masuk kriteria Reinkarnasi.

Sedangkan Golongan ke 2 adalah orang yang hidupnya sudah memenuhi standard keinginan Tuhan sehingga tidak perlu mengalami Reinkarnasi.

Dan yang terakhir Si Damai sudah pasti adalah orang orang yang hidup di Dunia atas pilihan dan keinginan Tuhan sebagai yang terpilih seperti Para Nabi dan  Orang orang suci lainnya. Maka jika tugasnya sudah selesai pasti langsung dikembalikan ke sisi Tuhan yang "Abadi Tenang dan Damai". Dan jumlah ini tentunya sangat terbatas.  

Coba kita lihat sekilas apa maksudnya golongan itu dibilang "Sudah Tidak Betah"
Si Pemarah, kerjaannya marah marah melulu karena menganggap dirinya paling benar. Saking ekstrimnya ada orang yang mau Jadi Teroris ngebom dirinya sendiri...ya dikabulin lah sama Tuhan. Matilah kau....

Si Pengomel, kerjaannya ngomel melulu. Dikasih hujan..., kenapa sih hujan. dikasih Panas..., kenapa sih panas... Pokoknya bikin gemes dah, ya udah mendingan mati aja dah lo...

Si Ogah ogahan, ini kalo bahasa kerennya orang Moody. Harusnya kalau malam tidur...eh dia malah begadang. Dah tau malem begadang harusnya siang tidur, dia ogah ogahan malah nyetir mobil, ya nabraklah...

Se Senang senang. Kerjaannya senang senang melulu. Bisa saja awalnya dia adalah si ogah ogahan, kemudian dapet rejeki besar lupa dah. Saking senang senang melulu lupa kesehatan, narkoba dan lain lain...mati dah.

Si Tertib, golongan ini sebenarnya sudah bagus. cuma sayangnya ketertibannya, baik pekerjaan, baik ibadah belum dilakukan dengan Cinta atau ikhlas...terkadang apa yang dilakukannya masih untuk sombong atao riya. Sehingga masuklah dia ke golongan yang mungkin untuk di reinkarnasi.

Si Cinta, sudah jelas hidup tertib dijalani dengan penuh kecintaan dan keikhlasan, karena berusaha hanya untuk memperoleh keridhoan Tuhan dan mencapai Standard keinginan Tuhan sebagai Manusia. Meskipun dia bukan nabi atau orang yang dipilih Tuhan, tapi dia belajar hidup mengikuti contoh yang telah diajarkan para nabi dan orang suci tersebut.

Bagi para golongan yang kemungkinan besar masuk kriteria reinkarnasi, bisa saja pada kehidupan selanjutnya dia naik kelas/turun kelas  golongan yang diatasnya tergantung lebih banyak mana antara yang baik dan buruknya pada saat dia hidup di golongan tersebut.

Dari uraian diatas fakta yang bisa disimpulkan:

Dari generasi ke generasi bisa saja Tuhan selain memberi kesempatan kepada generasi roh yang sebelumnya hidup untuk memperbaiki derajatnya ditambah dengan roh roh baru yang diciptakan Tuhan dengan harapan akan semakin banyak orang yang kembali dengan Standard Keinginan Tuhan. Karena Janji Tuhan itu, hawa nafsu dan 
setan itu memang tidak pernah mati dan beranak pinak turun temurun sampai akhir dunia, Tapi Tuhan juga karena Sifat pengasih dan Penyayang, Adil dan Bijaksananya juga pasti menginginkan seluruh manusia akhirnya tidak ada yang dimasukkan ke Nerakanya. Karena kalau itu terjadi Maka Tuhan telah kalah...

Itu sebabnya juga, Dunia ini semakin lama semakin padat dan meningkat populasinya. Karena sesungguhnya orang Terpilih dan Juga Golongan yang hidupnya penuh cinta dan ikhlas masih sangat sedikit...

Hikmah yang bisa diambil:

Apa yang diuraikan diatas hanyalah sebuah diskusi, belum tentu benar. Tapi paling tidak kalau kita berfikir secara Positif, kita akan mengukur diri sebenarnya kita ini sebagai manusia sudah sampai golongan yang mana?

Lalu secara sadar kita pasti akan berusaha untuk tidak Jahat, dholim dan menyakiti orang lain. siapapun dia, apapun agama dan sukunya, karena siapa tau saat ini kita belum sempurna menjadi manusia dan besok kita akan menempati posisi mereka.